Kekasihan tidak terus (dan benar-benar tidak semestinya) hanya berisi hal yang manis-manis dan romantis. Tidak tertutup peluang, saat yang kalian habiskan berisi perlakuan konyol atau main-main dari kekasih. Kemungkinan kekasih kamu benar-benar type yang humoris dan easy going. Mungkin saja ia sesungguhnya pendiam, tetapi tidak malu melakukan tindakan konyol di depanmu sebab telah berasa tenteram.

Entahlah mengapa, ia suka mengikuti style bicaramu dan detail kecil tingkah lakumu. Tetapi tidak hanya mengikuti, ia melakukan modifikasi tingkahmu itu agar terdengaran konyol dan (untuk dia) lucu. Kamu yang denger jadi ingin ngelempar bata, tetapi kok ya ia kekasih kamu… 🙁 Siapa sich dahulu yang milih kekasihan sama anak ini?

Salah satunya rutinitasnya yang paling menjengkelkan ialah menjawab tanggapan atau pertanyaan seriusmu dengan gurauan. Kemungkinan ia bahkan juga tidak tujuan bergurau — responnya yang polos itu sebab ia benar-benar punyai personalitas apa yang ada saja. Atau sebab sama kamu, ia tidak mikir 2x apa yang ingin disampaikannya. Yang pertamanya kali tebersit, itu dech yang diucapin. Kamu sich harus terima saja, siapa suruh ingin sama dia~

Kok power bank dapat ilang sich? Ini mengapa tehnya kemanisan? Bentar-bentar, bukanlah Google Maps suruh kita belok ke kiri ya, kok kamu belok kanan? Hati-hayi ya mengambil rendangnya, kelak tumpah seluruh bumbunya, lagi mejanya kotor…

Kelalaian-kecerobohan kecilnya kerap membuat kamu pusing kepala. Kok ada sich manusia seceroboh ini? Haduuh! Tetapi anehnya, jika ia tidak ada, kelalaian-kecerobohan berikut yang paling membuat kamu ingat ia. Selanjutnya nampaklah rasa rindu entahlah darimanakah. Kemungkinan kamu rindu sebab jika tidak ada ia, semuanya menjadi tenang dan rapi sich. Mungkin~

Buat jadi romantis, ia terkadang keluarkan usaha lebih. Tetapi sebab tidak biasa, jatuhnya malahan lucu atau awkward. Sudah capek-capek ngajak kamu ke restaurant bagus, eh, ia tetep meminta ditemenin kongkow di angkringan samping kantornya saat sebelum pulang. Ingin memberi kamu hadiah sepatu, eh tidak berhasil sebab sepatu yang ia kasih kegedean.

Kemungkinan ia tidak panggil kamu Elok, atau Sayang, atau panggilan-panggilan manis yang lain. Boro-boro; sepintas, panggilan ia ke kamu malah seperti terlihat olokan atau bully. Tetapi sesungguhnya malah itu yang paling membuat kamu rindu waktu ia sedang jauh. Jika bukan ia, siapa kembali yang kamu perkenankan panggilmu dengan panggilan fisik? Jika bukan ia, siapa kembali yang akan main-main memberimu beberapa nama baru hampir setiap saat?

error: Content is protected !!