Jatuh hati tidak akan gampang sesudah kamu melalui rasa yang paling menyakitkan. Hatimu teranjur mati untuk buka kembali pintu hati, semua demikian berat waktu di rasa kembali lagi. Hidup malas mati juga kamu masih enggan, apa lagi menyaksikannya telah berdiri tabah di dekapan seseorang membuat kamu makin gentar. Haruskah kamu jalani tersisa hidup semacam ini? Jawabnya tidak!

Siapa ngomong hilangkan rasa lara itu segampang membalik telapak tangan. Tidak ada seorangpun yang pernah dapat melakukan, sebab hati manusia benar-benar tidak pernah sekeras itu. Tetapi coba saksikan keluar sana, ada beberapa orang yang alami merasa sakit lebih dalam, patutkah kamu merusak diri jati diri karena hanya ia yang tidak sadar diri?

Tiap yang jatuh akan rasakan sakit, begitupun waktu kamu jatuh cinta. Bila kamu pengin jatuh hati benar-benar kamu harus siap untuk terluka. Seluruh orang alami itu dan kamu tidak sendirian. Merasa sakit yang kita alami tidak berbeda jauh dan cuman ada dua opsinya: mati atau tabah dan bangun kembali! Opsi pertama tidak pernah berlaku untuk manusia.

Berserah bukan satu opsi buat kamu yang demikian tabah. Tidak ada satu juga hal yang dapat menurunkanmu. Bila sampai detik ini kamu tidak dapat jatuh hati kembali, malah itu bukti jika kamu benar-benar tidak dapat dilumpuhkan demikian saja. Melangkahlah, meninggalkan kenangan-kenangan bodoh dan tenggelamkan muka periode lalumu!

Jatuh hati itu opsi, bukan takdir yang tentukan. Bila kamu benar-benar inginkan cinta itu tiba karena itu bukalah pintu hatimu dan lihatlah sejuta peluang yang berada di depanmu. Jangan membawa masa lampau untuk turut pilih apa yang terhebat bagimu.

error: Content is protected !!