Seluruh orang sesungguhnya dapat jalani jalinan jarak jauh. Tetapi sayang tidak seluruh orang ingin pilih jalinan ini. Sesaat untuk kamu dan ia yang menjaringninya, LDR itu proses banyak belajar hal seperti keyakinan dan kesabaran. Ingat kalian riskan sekali salah paham yang biasanya berbuntut pada pertikaian.

Tidak ada hujan atau angin mendadak kamu membentak ia yang tidak tahu apa-apa. Walau sebenarnya awalnya kalian masih terlibat perbincangan di chat room dengan baik. Tetapi dalam beberapa saat, waktu kalian sedang telephone dan ia mengulas gagasan kelulusannya, kamu tiba-tiba tidak terima dan geram. Atau terkadang lucunya kembali, sesudah geram-marah dia segera ngomong kangen denganmu.

Mahfum telah jarang-jarang bertemu kalian juga punyai aktivitas yang cukup padat sehari-harinya. Jadilah kepentingan telephone atau video call umumnya cuman dapat akhir minggu atau sedang berlibur. Tetapi sayang terkadang fakta tidak sesuai gagasan, seperti ia yang tiba-tiba pergi dengan temannya. Ingin larang mustahil, tetapi mengikhlasakan quality time kalian susah.

Mereka yang satu kota saja masih kerap mempersoalkan berita. Apa lagi kalian yang LDR-an, yang tidak berjumpa dapat lebih dari satu tahun. Mengirim berita tidak lagi kewajiban tetapi telah jadi keperluan. Kamu dan ia harus berkabar tiap hari sekurang-kurangnya sekali atau 2x.

Belum juga jika kalian berlainan negara. Kamu dan ia harus pandai-pandai membagi waktu untuk sama-sama berkabar. Berkabar juga bisanya cuman memercayakan internet saja. Tidak bingung jika waktu satu dari kalian repot atau kekurangan pulsa atau paket data, kamu dan ia dapat mendadak ngambek atau geram-marah tidak karuan.

error: Content is protected !!